Pemeriksaan Kasus Damayanti Akan Dimulai Minggu Depan

Posted by

PERAWANGPOS -- Legislator PDIP Damayanti Wisnu Putranti belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Saksi yang dibidik pun belum juga diberondong pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Iya pemeriksaan saksi mulai minggu depan," kata Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, ketika dihubungi Jumat (15/1).

Yuyuk menjelaskan pemeriksaan belum dapat dilakukan hari ini menyusul penetapan tersangka Damayanti dan tiga orang lainnya hasil dari Operasi Tangkap Tangan. Merujuk Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), pemanggilan saksi harus dilakukan sejak tiga hari sebelum penjadwalan. Pemeriksaan pun dapat dilakukan di lokasi mayoritas saksi berada atau di Gedung KPK Jakarta.

Mereka yang dibidik menjadi saksi adalah orang yang dianggap mengetahui, menyaksikan, atau mendengar langsung terkait kasus suap pengamanan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Yuyuk belum dapat merinci siapa yang akan diperiksa sebagai saksi. 

Informasi dari saksi bakal dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). BAP nantinya dapat digunakan untuk merumuskan berkas dakwaan di pengadilan.

Selain Damayanti, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin, dan Abdul Khoir. Julia dan Dessy merupakan staf dari Damayanti sementara Abdul adalah Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama.

Mereka dicokok di lokasi yang berbeda. Julia ditangkap di bilangan Tebet saat dalam perjalanan pulang ke rumah. Dessy ditangkap di sebuah mal di kawasan Jakarta Selatan. Sementara Abdul diamankan di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan.

Ketiga orang ini berpencar setelah Julia dan Dessy menerima duit Sin$33 ribu dari Abdul, di kawasan Kebayoran, Jakarta. 

Sebelum tangkap tangan Damayanti juga sempat menerima Sin$ 33 ribu. Pada pemberian pertama diduga suap yang diterima sebanyak Sin$ 404 ribu.

Damayanti, Julia, dan Dessy sebagai tersangka penerima suap dijerat melangar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 KUHAP.

Sementara Abdul selaku tersangka pemberi suap kepadanya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 33 UU Tipikor.[CNN]


Blog, Updated at: 08.35.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda