Laknat... Putin Anggap Suriah Sebagai Tempat Latihan Terbaik Untuk Tentaranya

Posted by

PERAWANGPOS -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Suriah adalah tempat latihan perang terbaik bagi para tentaranya dan berniat untuk terus melakukan kampanye serangan udara di negara tersebut untuk waktu yang lama.

"(Saya) tak dapat membayangkan tempat latihan yang lebih baik bagi tentara Rusia selain di Suriah," kata Putin dalam konferensi pers Kamis pekan lalu, Business Insidermelaporkan. "Jadi kami dapat terus berlatih di sana untuk waktu yang lama tanpa merugikan anggaran kami."

Tiga hari pascapernyataan Putin tersebut, atau Minggu (20/12/2015), serangan udara yang dilakukan jet tempur Rusia di wilayah Idlib menewaskan sekitar 70 warga sipil. Serangan tersebut dilaporkan menghantam sebuah pasar dan ambulance.

Direktur program Studi Perang Dingin di Davis Center for Russian and Eurasian Studies Universitas Harvard, Mark Kramer, meyakini bahwa Putin dapat mewujudkan rencana tak manusiawinya untuk menjadikan warga Suriah sebagai target latihan militer mereka dalam jangka panjang.

"Operasi semacam ini tidak akan dapat dilakukan oleh Rusia satu dekade yang lalu, tapi pengembangan militer yang dilakukan Rusia sejak 2009 telah meningkatkan kemampuan tentara Rusia secara drastis," katanya kepada Business Insider.

Kramer menambahkan bahwa Rusia akan mampu menjaga intensitas serangan di Suriah seperti saat ini untuk beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, profesor studi hubungan pasca Soviet di Universitas Middle Tennessee State, Andrei Korobkov, mengatakan bahwa keterlibatan Rusia di Suriah sangat menguntungkan.

"Dengan serangan ini, Putin berhasil mengembalikan status kekuatan utama dunia Rusia, dengan menjadi pemain kunci di Timur Tengah," ujar Korobkov, Sabtu.

"Dia membawa sistem S-400 ABM (anti rudal balistik) ke Suriah hingga memungkinkan dirinya menguasai wilayah udara di sana, dan merupakan cara yang sangat efektif untuk mengiklankan sistem persenjataan terbaru Rusia ke pasar dunia, dengan langsung menguji cobanya di lapangan.

"Dilihat dari kunjungan Menteri Luar Negeri AS John Kerry ke Moskow, dia juga telah berhasil mendapat pengakuan dari Barat," tambah Korobkov.

Dalam kunjungannya ke Moskow untuk membahas masalah Suriah, Kerry mengatakan bahwa AS tidak akan berupaya menggulingkan Bashar al-Assad, persis seperti yang diinginkan Rusia. Dan, ia juga memuji Rusia atas "kontribusi yang signifikan" untuk mengakhiri perang di Suriah.[BusinessInsider]


Blog, Updated at: 10.49.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Aspirasi Anda