Dihantam Krisis, Pengusaha Suriah membuka Peluang Usaha ke Indonesia

Posted by

PERAWANGPOS, Damaskus: Perekonomian Suriah yang porak-poranda akibat embargo dan krisis sejak 2011, membuat para pengusaha Negeri Syam itu berupaya membuka peluang-peluang ekonomi baru. Pada 7—12 Juni 2015 yang lalu, KBRI Damaskus memfasilitasi tiga delegasi pengurus KADIN Provinsi Hama, Suriah, mengikuti pameran tekstil dan menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahan di Indonesia. 
Dalam kunjungan yang berlangsung selama lima hari tersebut, perwakilan dari KADIN Prov. Hama menjajaki kerja sama dengan PT. SMART Tbk (Sinar Mas Group) pada bidang refinery minyak nabati, KADIN Indonesia pada bidang ekspor-impor Polyethylene, dan menghadiri Integrated Textile Industry Show & Home Textile and Furnishing Fabric (Intex Show 2015) yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta pada tanggal 10 – 12 Juni 2015. 
Rombongan KADIN Hama diterima Ketua Komite Kerja Sama Timur Tengah KADIN Indonesia, Muhammad Nasir dan Sekjen Sachman Kadiman. Sementara, KADIN Prop. Hama yang hadir antara lain Zeyad Arbou (Chairman of Chamber of Industry Hama/Pemilik Pabrik Refinery Minyak Nabati di Propinsi Hama), Muaaz Khallouf (Board member of Chamber of Industry Hama/Pemilik Perusahaan Khallouf.co, yang bergerak di bidang Assembling Motor di Hama), dan Mohamad Nour Arbou (Pengusaha Bidang Perindustrian).
Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Damaskus, Didi Wahyudi, menyampaikan kunjungan KADIN Hama ke Indonesia ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Semenjak perang saudara melanda, beberapa wilayah pertanian Suriah, seperti Aleppo dan Idlib, telah jatuh ke tangan pemberontak dan ekstremis seperti Islamic State (ISIS), Jabhat Nusra, dan lainnya. Kunjungan pengusaha Hama ke Indonesia ini dalam rangka mencari sumber-sumber baru untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dalam bidang pertanian, khususnya minyak nabati. 
"Peluang bagi pengusaha Indonesia terbuka sangat lebar di Suriah, khususnya di bidang pertanian,” ungkap Didi Wahyudi.
"Hubungan politik kita dengan Suriah sangat erat, maka dari itu perlu ditransformasikan dalam bentuk kerja sama ekonomi," sambung dia. 
Usai mengikuti rangkaian kunjungan, para pengusaha asal Suriah akan menjajaki impor produk palm oil Indonesia ke Suriah. "Selama ini kami memakai produk minyak bunga matahari, minyak jagung, dan minyak biji kapas," ujar Zeyad Abrou yang memiliki Pemilik Pabrik Refinery Minyak Nabati di Propinsi Hama. 
"Meskipun perlu penyesuaian untuk pemasaran produk palm oil dari Indonesia, tetapi kami melihat kerja sama yang menarik di sini," tambahnya.
Menanggapi animo pengusaha Suriah yang cukup besar, KBRI Damaskus berencana akan menyelenggarakan workshop dan seminar tentang peluang bisnis di Indonesia sebagai tindak lanjut kunjungan tersebut dalam waktu dekat.
(KBRI Damaskus) 


Blog, Updated at: 16.22.00
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Aspirasi Anda